Bekasi, koresponden.id – Seorang ibu rumah tangga berinisial SN (44) diduga tenggelam di danau Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada Kamis pagi.
Informasi tersebut disampaikan oleh Pj Kepala Desa Sumberjaya, Ike Rahmawawati, yang menyebutkan bahwa kejadian bermula dari laporan warga terkait orang hilang yang diduga tenggelam di danau yang berada tepat di depan rumah korban.
Menurut keterangan saksi, dua orang anak remaja yang berada di sekitar lokasi mengaku melihat seorang perempuan mengenakan jilbab berwarna merah berada di tengah danau sekitar pukul 07.00 WIB, saat kondisi hujan deras. Sebelumnya, seorang pemancing juga sempat melihat korban di sekitar lokasi kejadian.
Setelah kejadian tersebut, pihak keluarga korban langsung melakukan pencarian dengan mendatangi rumah saudara dan tetangga, namun korban tidak berhasil ditemukan. Keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak desa.
“Sekitar pukul 11.30 WIB, kami dari Pemerintah Desa Sumberjaya bersama tim Desa Tangguh Bencana (Destana) turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan menggali keterangan dari pihak keluarga serta para saksi,” ujar Ike Rahmawawati.
Hingga pukul 12.00 WIB, korban masih belum ditemukan. Proses pencarian kemudian dilanjutkan dengan melibatkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Tim SAR Brimob Batalyon D Polda Metro Jaya, TNI, Anggota Polsek Tambun Selatan, serta sejumlah relawan.
Pencarian dilakukan dengan menyisir area danau dan sekitarnya, meskipun kondisi cuaca dan kedalaman air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.
“Pencarian masih terus dilakukan dan kami berharap korban segera ditemukan. Informasi ini kami sampaikan berdasarkan keterangan pihak keluarga dan beberapa orang saksi,” tambahnya.
Sementara itu, Komandan Tim Basarnas I Putu Swartika mengatakan, dalam pencarian ini pihaknya akan menggunakan teknik jangkar dan penyelaman. Menurutnya, metode tersebut diterapkan untuk memastikan area dasar danau dapat disisir secara menyeluruh, mengingat kedalaman air serta kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Ia menambahkan, tim akan memfokuskan pencarian di titik terakhir korban diduga terlihat dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Saat ini kami menggunakan teknik jangkar terlebih dahulu sambil menunggu tim penyelam yang masih dalam perjalanan menuju lokasi. Apabila belum membuahkan hasil, pencarian akan dilanjutkan dengan menggunakan teknik blender,” ujar Putu.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih berlangsung dan pihak berwenang mengimbau warga sekitar untuk tetap waspada serta tidak mendekati area pencarian demi keselamatan bersama.




