• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Pengamat: Program MBG Tingkatkan Kesehatan Anak

    koresponden
    Selasa, Maret 10, 2026, 23.27 WIB Last Updated 2026-03-10T16:27:10Z


    Jakarta, koresponden.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Program ini dinilai memberikan dampak positif terhadap pola konsumsi dan kesehatan anak-anak, terutama selama bulan Ramadhan.


    Pengamat Kebijakan Publik, Banter Adis, menilai program MBG mampu meningkatkan kualitas asupan gizi bagi anak-anak penerima manfaat. Hal itu terlihat dari perubahan kebiasaan makan yang menjadi lebih teratur dan bergizi.


    Banter Adis yang juga merupakan alumni Kajian Aksi Strategis PP Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menyebut, selama bulan Ramadhan program tersebut tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak.


    “Selama bulan Ramadhan, program MBG terbukti memberikan dampak positif. Bahkan bisa disebut membuat anak-anak menjadi lebih sehat karena asupan gizinya lebih terjaga,” ujar Adis dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).


    Penilaian tersebut sejalan dengan hasil kajian yang dilakukan oleh Research Institute of Socio-Economic Development (RISED). Dalam penelitian itu ditemukan adanya perubahan signifikan pada rutinitas makan anak-anak yang menjadi penerima manfaat program MBG.


    Sekitar 80 persen orang tua menyatakan bahwa setelah adanya program MBG, anak-anak mereka menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi. Selain itu, sebanyak 81 persen orang tua dari keluarga prasejahtera juga menyatakan mendukung keberlanjutan program tersebut.


    Menurut Adis, temuan tersebut menunjukkan bahwa program MBG tidak hanya diterima dengan baik oleh masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan anak-anak.


    Ia juga mengapresiasi kinerja Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, beserta seluruh jajaran yang dinilai berhasil menjalankan program tersebut secara luas dan efektif.


    “Keberhasilan program MBG ini tentu tidak lepas dari kerja keras Kepala BGN dan seluruh jajaran. Program ini sangat baik, terlebih selama Ramadhan juga terpublikasi dengan baik sehingga masyarakat semakin terbuka dan menyambutnya secara positif,” katanya.


    Program MBG yang dijalankan pemerintah melalui BGN saat ini bahkan menjadi salah satu program makan sekolah terbesar di dunia.


    Berdasarkan data per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai 61.239.037 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49.057.682 di antaranya merupakan siswa sekolah.


    Data global yang dihimpun dari World Food Programme (WFP) menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah. Posisi pertama ditempati India dengan 118 juta penerima manfaat. Indonesia berada di atas sejumlah negara besar lainnya seperti Brasil dengan 38,5 juta penerima, China 34,57 juta penerima, serta Amerika Serikat dengan 30,1 juta penerima.


    Capaian tersebut dinilai mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia.


    Adis menilai program MBG tidak hanya berperan dalam meningkatkan asupan gizi anak, tetapi juga berdampak pada peningkatan konsentrasi belajar serta kesehatan generasi muda.


    Ia pun menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program tersebut sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.


    “Program ini sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan gizi yang cukup. Kami mengapresiasi kerja keras Kepala BGN dan seluruh jajaran serta mendukung penuh program ini agar pemenuhan gizi anak terpenuhi dan target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai,” pungkasnya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini