Bekasi, koresponden.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) resmi menutup rangkaian kegiatan Ramadhan Festival 5.0 Tahun 2026. Kegiatan yang digelar selama dua hari sejak 6–7 Maret tersebut berlangsung di halaman Museum Gedung Juang 45, Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (07/03/2026) sore.
Acara penutupan dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi Iman Nugraha, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Komisi II Matam, Kepala Dinas Kesehatan dr. Arif Kurnia, Asisten Daerah (Asda) III Iis Sandrayanti, Kepala Bappeda Dwi Sigit Andrian, Sekretaris Dinas Budpora Tina Karini Suciati Santoso, S.T., M.Si, Kabagren Polres Metro Bekasi Kompol Bowo Lesmono, Ketua Kormi Kabupaten Bekasi Ratu Arisdiana, Kabid Budaya Roro Rizpika, serta Wakapolsek Tambun Selatan AKP Bibilim.
Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi Iman Nugraha dalam sambutannya mengatakan bahwa di tengah efisiensi anggaran, kegiatan Ramadhan Festival tetap dapat terselenggara sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya Islami di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kita dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Islami yang ada di tanah air, khususnya di Kabupaten Bekasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat daerah yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada sejumlah perangkat daerah yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, di antaranya Dinas Koperasi dan UMKM yang menghadirkan bazar UMKM bagi masyarakat.
Menurutnya, meskipun dalam beberapa hari terakhir wilayah Bekasi diguyur hujan, antusiasme masyarakat untuk menghadiri Ramadhan Festival tetap tinggi.
“Kami berharap masyarakat tetap berkenan hadir dan meramaikan kegiatan ini. Kemarin Alhamdulillah kami juga menghadirkan bintang tamu sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang datang dan mengunjungi stand-stand UMKM,” katanya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi Dinas Perdagangan yang menggelar bazar sembako murah bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu warga memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang hadir untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran,” tambahnya.
Tak hanya itu, Dinas Ketahanan Pangan juga menampilkan berbagai produk UMKM binaannya, sementara Dinas Perikanan memamerkan beragam produk hasil perikanan daerah. Dalam rangkaian Ramadhan Festival tersebut juga disediakan berbagai layanan publik, di antaranya pelayanan SIM keliling dari kepolisian serta sejumlah pelayanan administrasi lainnya bagi masyarakat. “Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Sementara itu, Asda III Kabupaten Bekasi Iis Sandrayanti membacakan sambutan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja. Dalam sambutannya disampaikan bahwa bulan suci Ramadhan bukan hanya menjadi momentum untuk meningkatkan ibadah secara spiritual, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, tema Ramadhan Festival tahun ini yakni “Bersatu Dalam Keberkahan” memiliki makna mendalam tentang pentingnya kebersamaan dalam meraih keberkahan Ramadhan.
“Keberkahan Ramadhan akan terasa lebih kuat ketika kita menjalaninya dalam kebersamaan, dalam semangat saling peduli, serta dalam komitmen bersama untuk membangun daerah yang kita cintai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara tidak hanya dituntut untuk maju secara ekonomi, tetapi juga harus mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik, kemajuan ekonomi, serta penguatan nilai moral, spiritual, dan budaya masyarakat.
“Karena sejatinya kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan industrinya, tetapi juga dari kuatnya karakter masyarakat, kokohnya persatuan, serta hidupnya nilai-nilai religius dan budaya di tengah kehidupan sosial,” katanya.
Melalui Ramadhan Festival 5.0 ini, berbagai kegiatan dihadirkan untuk masyarakat, mulai dari bazaar Ramadhan, tausiyah, festival beduk, festival marawis, kreasi tari Islami, festival budaya, pemeriksaan kesehatan, bazar sembako murah, hingga pelayanan publik seperti SIM keliling dan pelayanan administrasi kependudukan.
Selain menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi generasi muda dan para pelaku seni budaya untuk terus berkreasi dan melestarikan budaya daerah yang sarat dengan nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal.
“Melalui seni dan budaya kita dapat menghadirkan media dakwah yang santun, menyejukkan, serta mampu memperkuat identitas masyarakat Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Ia berharap penyelenggaraan Ramadhan Festival mampu mendorong tumbuhnya kreativitas dan inovasi para pelaku seni budaya bernuansa Islami di Kabupaten Bekasi, sekaligus membuka peluang berkembangnya ekonomi kreatif berbasis budaya.
“Kita ingin menjadikan Ramadhan sebagai energi kolektif untuk bangkit, bangkit dalam semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta semangat membangun Kabupaten Bekasi menjadi daerah yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.




