Bekasi, koresponden.id – Kapolsek Tambun Selatan Kompol Wuryanti didampingi amggota Bhabinkamtibmas Ipda Sohib menghadiri pengukuhan dan rasulan Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Wilayah Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 yang digelar di Perumahan Taman Raflesia, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (19/07/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran pengurus pusat IKG, pengurus daerah, tokoh masyarakat, serta ratusan anggota Ikatan Keluarga Gunungkidul yang berdomisili di wilayah Kabupaten Bekasi.
Dalam sambutannya, Kompol Wuryanti menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan IKG Wilayah Kabupaten Bekasi. Menurutnya, keberadaan organisasi kedaerahan memiliki peran penting dalam mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga nilai-nilai budaya di tengah kehidupan masyarakat perantauan.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang di tanah rantau tidak boleh membuatnya melupakan akar budaya, tradisi, serta jati diri sebagai bangsa Indonesia.
"Alhamdulillah, saya bisa menghadiri acara yang cukup luar biasa ini dan saya sangat berbangga ternyata kita masih Indonesia, kita masih orang Jawa, kita masih orang Gunungkidul. Meskipun kita sudah merantau lama, tetapi tidak meninggalkan akar budaya kita," ujar Kompol Wuryanti.
Lebih lanjut, Kapolsek berharap kepengurusan IKG yang baru dapat menjadi organisasi yang solid, mampu mempererat persaudaraan antaranggota, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan sosial maupun kemasyarakatan.
Selain menyampaikan apresiasi, Kompol Wuryanti juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan imbauan kamtibmas kepada seluruh peserta. Ia menyoroti maraknya pemberitaan di media sosial mengenai tindak kriminal seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), hingga peredaran obat keras ilegal.
Menurutnya, wilayah Tambun Selatan memiliki tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi, yakni mencapai sekitar sepertiga dari total jumlah penduduk Kabupaten Bekasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Pertama kali saya menjadi Kapolsek Tambun Selatan, angka kriminalitas cukup tinggi. Dan yang menjadi atensi pertama saya adalah pemberantasan Tramadol, Exymer, serta obat-obatan keras ilegal lainnya," ungkapnya.
Kompol Wuryanti menegaskan bahwa Polsek Tambun Selatan berkomitmen untuk terus memberantas peredaran obat keras ilegal karena dinilai menjadi salah satu pemicu munculnya berbagai tindak kriminal dan kenakalan remaja.
Di akhir sambutannya, ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, pengawasan orang tua terhadap aktivitas digital anak sangat penting guna mencegah pengaruh negatif yang dapat berdampak pada perilaku maupun keamanan keluarga.
Kapolsek turut mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dengan kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban lingkungan. Apabila mengetahui, melihat, atau menjadi korban tindak kriminal maupun potensi gangguan kamtibmas, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui Bhabinkamtibmas setempat atau menghubungi layanan Call Center Polri 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.




