• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Forkopimda Kabupaten Bekasi Monitoring Pilkades Setiamekar, 87 TPS Berjalan Aman

    koresponden
    Minggu, September 20, 2026, 15.06 WIB Last Updated 2026-09-20T08:06:02Z


    Bekasi, koresponden.id — Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bekasi melakukan monitoring pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Minggu (20/9/2026).


    Monitoring dilakukan di Lapangan RW 14, Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setiamekar, yang menjadi salah satu lokasi pemusatan tempat pemungutan suara (TPS).


    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, memastikan pelaksanaan pemungutan suara di Desa Setiamekar berlangsung aman dan terkendali.


    Desa Setiamekar memiliki 87 TPS, terdiri atas 86 TPS konvensional dan satu TPS digital. Berdasarkan hasil pemantauan, proses pemungutan suara berjalan sesuai dengan rencana tanpa kendala keamanan yang berarti.


    "Pak Kapolres, Pak Dandim, Dewan dari Provinsi Jawa Barat, alhamdulillah aman terkendali. Ini yang kita inginkan. Insyaallah tadi jam 11 sudah selesai, penghitungan bisa dilakukan jam 3 sore," kata Asep.


    Menurut Asep, pemusatan TPS di area terbuka seperti Lapangan Perumahan Bumi Sani Permai menjadi salah satu konsep yang efektif dalam mendukung kelancaran proses pemungutan suara.


    Di lokasi tersebut terdapat sembilan TPS yang ditempatkan dalam satu kawasan. Setiap TPS diproyeksikan melayani sekitar 500 pemilih sehingga proses pengaturan dan pelayanan kepada masyarakat dinilai lebih efektif.


    "Ini bagus. Ini suatu percontohan. Jadi kalau cuma sedikit, ya enggak bagus, banyak orang menumpuk. Kalau ini kan banyak, ada sembilan TPS. Jadi sudah di-plot 500 pemilih setiap TPS, jadi lumayan cepat," ujarnya.



    Di sisi lain, pelaksanaan Pilkades di Desa Setiamekar sebelumnya sempat diwarnai dinamika terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT).


    Persoalan tersebut akhirnya diselesaikan melalui musyawarah antara panitia dan perwakilan tim pemenangan kedua calon kepala desa. Kesepakatan dicapai hingga menjelang subuh dengan keputusan untuk kembali menggunakan DPT awal.


    Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (Panpilkades) Setiamekar, Prasetyo Aribowo, mengatakan persoalan DPT dipicu terbatasnya waktu pengolahan data pemilih setelah sejumlah tahapan persiapan mengalami pengunduran jadwal.


    "Tadi malam sampai jam 4 pagi kami sudah bertemu dengan perwakilan timses 1 dan timses 2. Alhamdulillah pada akhirnya kita bersepakat akan satu hal dan kembali ke DPT aslinya," kata Prasetyo.


    Ia mengakui proses penyusunan data pemilih tidak terlepas dari kekurangan. Menurutnya, waktu pengolahan data yang semula dialokasikan selama tiga bulan harus dipangkas menjadi sekitar satu bulan.


    "Kami juga menyadari bahwa dalam pembuatan data kami tidak bisa 100 persen. Nobody's perfect," ujarnya.


    Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, persoalan DPT dapat diredam sehingga tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. Pelaksanaan pemungutan suara di Desa Setiamekar yang memiliki 43.219 pemilih pun berlangsung kondusif.


    Prasetyo mengatakan Setiamekar menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan Pilkades karena tingginya loyalitas pendukung masing-masing calon. Kontestasi di desa tersebut hanya diikuti oleh dua calon kepala desa.


    "Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, tidak ada percikan-percikan seperti apa pun, dan pulang kembali ke rumah dengan penuh senyum," katanya.


    Untuk mengantisipasi potensi kerawanan, panitia bersama aparat keamanan melakukan pengamanan di sejumlah titik TPS. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Lapangan Perumahan Bumi Sani Permai yang menjadi tempat pemusatan sembilan TPS.


    Prasetyo mengatakan seluruh potensi kerawanan telah diantisipasi bersama aparat keamanan yang diterjunkan untuk mengawal pelaksanaan pemungutan suara.


    "Potensi kerawanan itu adalah sesuatu yang memang kami persiapkan. Hari ini juga kami didampingi oleh kepolisian, jumlahnya 114 atau berapa. Artinya kami sudah siap atas semua potensi, tapi saya percaya bahwa semua insyaallah akan baik-baik saja," tuturnya.


    Ia menilai kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap aman hingga seluruh tahapan Pilkades selesai.


    Menurutnya, perbedaan pilihan harus tetap disikapi secara dewasa agar tidak menimbulkan perselisihan di tengah masyarakat.


    "Kuncinya cuma satu, karena pemilih-pemilih di sini itu jiwa loyalitasnya tinggi. Yang menang harus siap untuk menang tanpa merendahkan yang lain, yang kalah juga semestinya harus bisa menerima kekalahannya," pungkas Prasetyo.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini