• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    3.957 Peserta Ramaikan Jambore Perguruan Attaqwa 2026 di Cibubur

    koresponden
    Jumat, Oktober 16, 2026, 13.43 WIB Last Updated 2026-10-16T06:43:49Z


    Bekasi, koresponden.id — Sebanyak 3.957 peserta mengikuti Jambore Perguruan Attaqwa 2026 yang digelar pada 15–17 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-70 Yayasan Attaqwa dengan melibatkan 132 sekolah dan madrasah di lingkungan Perguruan Attaqwa.


    Jambore tersebut diikuti siswa, guru, pendamping, serta unsur pendukung kegiatan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar (SD), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), hingga pondok pesantren.


    Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan edukatif, pelatihan keterampilan, pengenalan penanggulangan bencana, pentas seni, serta kegiatan kebersamaan yang dirancang untuk mempererat hubungan antarsiswa dan guru dari berbagai satuan pendidikan Perguruan Attaqwa.


    Sekretaris Perguruan Attaqwa sekaligus Pengarah Jambore Perguruan Attaqwa 2026, Dr. H. Khaerul Umam Noer, mengatakan kegiatan tersebut secara khusus diselenggarakan oleh Perguruan Attaqwa sebagai bagian dari peringatan 70 tahun Yayasan Attaqwa.


    Menurutnya, Jambore menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan membangun hubungan antarsatuan pendidikan yang selama ini menjalankan kegiatan belajar mengajar di lokasi berbeda.


    “Jambore ini merupakan bagian dari rangkaian Milad ke-70 Yayasan Attaqwa yang secara khusus diselenggarakan oleh Perguruan Attaqwa. Karena itu, kami melibatkan sekolah dan madrasah yang berada di lingkungan Attaqwa. Tujuan utamanya adalah mempererat silaturahmi antarsatuan pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi,” ujar Khaerul Umam.


    Ia menjelaskan, melalui kegiatan tersebut, para siswa dan guru mendapatkan kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun kebersamaan di luar lingkungan sekolah.


    “Kami ingin anak-anak Attaqwa mengenal satu sama lain. Mereka mungkin bersekolah di tempat yang berbeda, tetapi berada dalam satu keluarga besar Perguruan Attaqwa. Selama tiga hari ini, mereka tinggal di bumi perkemahan, mengikuti kegiatan bersama, dan berinteraksi dengan teman-teman dari sekolah lain,” jelasnya.


    Utamakan Edukasi dan Keterampilan


    Berbeda dengan perkemahan yang berfokus pada perlombaan, Jambore Perguruan Attaqwa 2026 lebih menitikberatkan pada kegiatan edukasi, pengenalan keterampilan, dan pengalaman praktik bagi peserta.


    Salah satu agenda yang disiapkan adalah pengenalan Search and Rescue (SAR), meliputi praktik mendayung, rappelling atau teknik turun menggunakan tali, serta simulasi penanganan bencana. Dalam kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan perlengkapan dasar penyelamatan, prosedur keselamatan, dan pentingnya kerja sama tim dalam menghadapi situasi darurat.


    Selain itu, peserta mendapatkan pengenalan tugas dan peralatan pemadam kebakaran (Damkar), materi pertolongan pertama atau first aid, serta simulasi penanganan kebakaran. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai risiko kebakaran, fungsi peralatan pemadam, dan langkah awal yang aman ketika menghadapi keadaan darurat.


    Pada bidang kreativitas dan teknologi, panitia menghadirkan praktik sablon, melukis, serta pengenalan teknologi drone untuk kebutuhan fotografi dan videografi. Peserta diberi kesempatan mencoba berbagai keterampilan tersebut dengan bimbingan narasumber dan instruktur.


    Rangkaian kegiatan edukasi itu dipusatkan pada Jumat (16/10/2026) melalui dua sesi rotasi, sehingga peserta dapat mengikuti aktivitas sesuai pembagian kelompok yang telah ditentukan panitia.


    Selain kegiatan edukasi, Jambore juga dimeriahkan dengan pentas seni, karnaval, dan penampilan kolosal pada upacara pembukaan. Pada malam hari, peserta mengikuti kegiatan keagamaan berupa pembacaan Surah Yasin, zikir, dan doa bersama.


    Perkuat Silaturahmi Antarkontingen


    Upaya membangun kebersamaan juga diwujudkan melalui kegiatan anjangsana antarkontingen yang dijadwalkan pada Sabtu (17/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, peserta mengunjungi kontingen dari sekolah dan madrasah lain untuk berkenalan, bertukar pengalaman, serta memperluas hubungan pertemanan.


    Kegiatan ini menjadi salah satu bagian penting dari penyelenggaraan Jambore, mengingat Perguruan Attaqwa menaungi satuan pendidikan dari berbagai jenjang dan wilayah.


    Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbangun komunikasi yang lebih erat antarsiswa dan guru, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam berbagai kegiatan pendidikan setelah Jambore berakhir.


    Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Attaqwa, Dr. KH. Irfan Mas’ud, bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan Jambore Perguruan Attaqwa 2026.


    Dalam pernyataan yang disiapkan untuk upacara pembukaan, Irfan menekankan pentingnya pendidikan karakter melalui pengalaman langsung di luar ruang kelas.


    “Pendidikan tidak cukup hanya mengajarkan anak-anak untuk menguasai ilmu pengetahuan. Mereka juga perlu belajar hidup bersama, menghargai orang lain, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri serta lingkungannya. Melalui Jambore ini, kami ingin para siswa memperoleh pengalaman tersebut secara langsung,” demikian pernyataan dalam naskah sambutan Irfan Mas’ud.


    Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan visi Perguruan Attaqwa dalam membentuk insan kamil dan syamil yang benar, pintar, dan terampil.


    Memasuki usia ke-70 tahun, Yayasan Attaqwa diharapkan terus memperkuat peran pendidikan dalam membentuk generasi yang memiliki karakter baik, penguasaan ilmu pengetahuan, serta keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


    Melalui Jambore Perguruan Attaqwa 2026, nilai-nilai tersebut diharapkan tidak hanya dipahami peserta secara teori, tetapi juga diterapkan melalui pengalaman kebersamaan, kedisiplinan, kreativitas, kepedulian, dan kerja sama selama mengikuti kegiatan.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini