• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Banjir Tak Surut, Aktivitas Ibadah Warga Kampung Bendungan Terganggu

    koresponden
    Jumat, Januari 30, 2026, 20.44 WIB Last Updated 2026-01-30T13:44:15Z


    Bekasi, koresponden.id – Warga Kampung Bendungan, RT 05 RW 06, Desa Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, sudah dua kali tidak dapat melaksanakan ibadah sholat Jumat. Hal itu disebabkan masjid yang biasa digunakan untuk beribadah hingga kini masih tergenang banjir.


    Genangan air setinggi 20 hingga 25 sentimeter masih menutupi lantai masjid akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Tak hanya masjid, banjir juga merendam permukiman warga. Sedikitnya 50 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat kondisi tersebut.


    Menurut tokoh agama setempat, Ustadz Mukhtar, banjir yang tak kunjung surut diduga disebabkan oleh saluran air di dekat masjid yang ditutup dan dialihkan oleh pihak pengembang perumahan di sekitar lokasi.


    “Sebelum saluran air itu ditutup dan dibelokkan, banjir cepat surut dan tidak separah sekarang,” ujar Mukhtar saat ditemui, Jumat (30/1/2026).


    Ia menambahkan, saluran air tersebut sempat dibongkar oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Satriajaya, N. Jamaluddin, namun kembali ditutup oleh pihak pengembang. “Pernah dibuka oleh sekdes, tapi kemudian ditutup lagi oleh pihak pengembang,” jelasnya.


    Atas kondisi itu, Mukhtar mendesak Pemerintah Desa Satriajaya serta Pemerintah Kecamatan Tambun Utara untuk segera meminta pihak pengembang membongkar kembali saluran air yang ditutup agar banjir tidak terus berulang.


    Sementara itu, Kepala Desa Satriajaya, Asta Razan, saat dihubungi melalui sambungan telepon membantah adanya penutupan saluran air di wilayah tersebut.


    “Tadi saya sudah menghubungi RT dan warga setempat, sudah dicek bahwa saluran air yang dibuat oleh pihak desa tidak ada yang ditutup,” kata Asta Razan.


    Ia menjelaskan, genangan air yang masih terjadi di lingkungan tersebut disebabkan karena area perumahan di sekitar lokasi juga masih terendam banjir.


    “Di perumahan itu juga masih banjir. Di jalan dan saluran airnya masih tergenang, tapi air tetap mengalir,” pungkasnya.


    (red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini