Bekasi, koresponden.id – Memasuki hari ketiga pencarian korban hanyut di aliran Kali Jambe, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Tim Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, relawan, Polri, dan TNI terus mengintensifkan upaya pencarian, Kamis (15/01/2026).
Sejak pagi hari, personel gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan membagi beberapa sektor pencarian, baik di permukaan air maupun di bantaran kali. Pencarian dilakukan hingga beberapa kilometer dari titik awal korban diduga hanyut, dengan mempertimbangkan kondisi arus sungai yang masih cukup deras.
Untuk memaksimalkan jangkauan pencarian, tim juga mengerahkan sejumlah perahu karet serta peralatan pendukung lainnya. Area-area yang dinilai rawan menjadi tempat korban tersangkut, seperti tumpukan sampah, ranting pohon, serta lekukan aliran sungai, menjadi fokus utama penyisiran.
Komandan Tim (Dantim) Basarnas, Serma Putu, menyampaikan bahwa pada hari ketiga pencarian, tim gabungan memperluas area penyisiran hingga 10 kilometer dari lokasi awal kejadian. Pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi lima tim.
“Kami membagi menjadi lima tim dengan menggunakan dua perahu mesin, satu perahu rafting, dan dua perahu kayak. Seluruh personel tetap diminta waspada dan bekerja sesuai prosedur keselamatan,” ujar Serma Putu usai memimpin apel evaluasi.
Ia menambahkan, kendala utama yang dihadapi dalam pencarian adalah debit air yang masih tinggi serta arus sungai yang deras akibat hujan yang mengguyur wilayah hulu. Meski demikian, tim gabungan tetap berupaya maksimal dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel.
Lebih lanjut, Serma Putu mengatakan bahwa pihaknya juga berencana menggunakan drone untuk membantu proses pencarian agar jangkauan pengawasan dapat lebih luas dan efektif. “Bila memungkinkan, besok kami akan menggunakan drone agar pencarian bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Serma Putu juga menjelaskan, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, proses pencarian korban orang hanyut dilakukan selama tujuh hari sebelum dilakukan evaluasi lanjutan guna menentukan langkah berikutnya berdasarkan perkembangan di lapangan.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Desa Setiamekar, Polsek Tambun Selatan, Bripka Eko Wahyu, mengatakan pihak kepolisian terus mendampingi proses pencarian serta melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna memastikan kegiatan berjalan aman dan kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area pencarian dan tetap berhati-hati, mengingat kondisi arus sungai yang masih berbahaya.
“Kami dari Polsek Tambun Selatan terus mendampingi proses pencarian bersama tim gabungan. Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi pencarian dan tetap waspada, mengingat kondisi arus Kali Jambe masih cukup deras dan berbahaya,” ujar Bripka Eko Wahyu.
Ia menambahkan, peran masyarakat sangat penting dalam membantu proses pencarian dengan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban.




