• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Pasar Tumpah Cikarang Ditata, Jaelani: Kinerja Plt Bupati Bekasi Patut Diapresiasi

    koresponden
    Senin, Agustus 24, 2026, 13.01 WIB Last Updated 2026-08-24T06:01:33Z


    Bekasi, koresponden.id — Langkah Pemerintah Kabupaten Bekasi di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja dalam menata kawasan Pasar Cikarang mendapat apresiasi dari masyarakat.


    Salah satunya disampaikan Jaelani. Ia menilai keseriusan Plt Bupati Bekasi dalam menangani persoalan pasar tumpah di sekitar Sentra Grosir Cikarang (SGC) merupakan langkah penting yang patut diapresiasi.


    Menurut Jaelani, persoalan pedagang pasar tumpah yang selama bertahun-tahun menempati bahu jalan di kawasan lampu merah SGC bukan perkara mudah untuk diselesaikan. Kondisi tersebut sebelumnya kerap menimbulkan kemacetan, kesemrawutan serta mengganggu estetika kawasan perkotaan.


    “Ini menjadi catatan sejarah. Bertahun-tahun persoalan pasar tumpah belum juga tertata. Namun di masa kepemimpinan Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, persoalan tersebut mulai mendapatkan penyelesaian secara nyata,” ujar Jaelani kepada awak media, Senin (24/8/2026).


    Jaelani mengatakan, salah satu bentuk nyata kinerja Pemkab Bekasi adalah merelokasi ratusan pedagang yang sebelumnya berjualan di bahu jalan protokol Jalan RE Martadinata dan Jalan Kapten Sumantri menuju area dalam Pasar Baru Cikarang.


    Ia menilai kebijakan tersebut tidak hanya berdampak terhadap penataan pedagang, tetapi juga membantu mengurai persoalan lalu lintas dan mengubah wajah kawasan Cikarang menjadi lebih tertib.


    “Pelan tapi pasti, Plt Bupati Bekasi mampu melakukan penataan yang selama ini menjadi persoalan. Pedagang diarahkan ke tempat yang lebih layak sehingga fungsi jalan dapat dikembalikan dan kawasan pasar menjadi lebih tertata,” katanya.


    Menurutnya, penataan pasar tidak cukup hanya dengan melakukan penertiban. Pemerintah juga harus memastikan tersedianya fasilitas dan tempat relokasi yang layak bagi para pedagang.


    Karena itu, kata Jaelani, langkah Pemkab Bekasi yang mengedepankan dialog, sosialisasi dan pendekatan persuasif menjadi salah satu faktor penting sehingga proses relokasi dapat berjalan relatif kondusif.


    “Menata pasar tumpah tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan kesabaran, komunikasi dan ketegasan pemerintah. Tidak hanya menertibkan, tetapi juga memberikan solusi kepada para pedagang,” jelasnya.


    Jaelani juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam proses penataan tersebut, mulai dari TNI-Polri, Satpol PP, forum pedagang hingga jajaran internal Pemerintah Kabupaten Bekasi.


    Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung proses penataan kawasan Pasar Baru Cikarang, termasuk area sekitar bekas Ramayana.


    Ia menambahkan, perhatian Pemkab Bekasi terhadap Pasar Baru Cikarang juga semakin terlihat setelah kunjungan Plt Bupati Bekasi bersama Gubernur Jawa Barat ke lokasi tersebut beberapa waktu lalu.


    Dari upaya tersebut, lanjut Jaelani, Pemerintah Kabupaten Bekasi memperoleh dukungan pendanaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), termasuk dukungan dari Bank BJB yang dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Bekasi.


    “Sekarang hasilnya sudah mulai terlihat. Pasar Baru Cikarang yang sebelumnya terkesan kumuh, perlahan berubah menjadi lebih tertata, bersih dan nyaman,” ungkapnya.


    Jaelani berharap penataan yang telah dilakukan pemerintah tidak berhenti pada proses relokasi dan renovasi saja. Ia mengajak seluruh pedagang serta masyarakat ikut menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan Pasar Baru Cikarang.


    “Ini harus kita jaga dan rawat bersama. Pasar Baru Cikarang merupakan bagian dari wajah Kabupaten Bekasi. Jangan sampai setelah ditata kembali semrawut,” pungkasnya.


    (red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini