• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Relawan Kasan Abdullah Rangkul Pemuda Lewat Turnamen Piala Gempur

    koresponden
    Jumat, Agustus 21, 2026, 20.31 WIB Last Updated 2026-08-21T13:32:05Z


    Bekasi, koresponden.id – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perlombaan. Di Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, semangat kemerdekaan dikemas dalam kegiatan olahraga sekaligus ruang silaturahmi pemuda melalui Turnamen Bulu Tangkis Piala Gempur.


    Turnamen yang digelar relawan Kasan Abdullah melalui Gerakan Muda Perubahan (Gempur) Setiamekar itu berlangsung di Lapangan RT 002/RW 002, Desa Setiamekar, Jumat (21/8/2026) malam.


    Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Sebanyak 26 RW di Desa Setiamekar ambil bagian, dengan masing-masing RW mengirimkan dua orang dalam satu tim untuk bertanding.


    Ketua panitia Muhammad Mamdu ansory mengatakan, turnamen tersebut tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antarpemuda dari berbagai wilayah di Desa Setiamekar.


    “Turnamen ini kami gelar untuk memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus mempererat silaturahmi para pemuda Setiamekar. Kami ingin semangat kemerdekaan menjadi energi positif untuk mendorong perubahan yang lebih baik di Setiamekar,” ujar Mamdu.


    Menurutnya, olahraga menjadi salah satu cara efektif untuk mempertemukan masyarakat dalam suasana yang sehat dan sportif. Perbedaan latar belakang maupun pilihan politik, kata dia, tidak seharusnya menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan.


    “Pemuda harus menjadi bagian dari perubahan. Karena itu, kami ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, menjaga kekompakan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan Setiamekar,” tambahnya.


    Di tengah tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Setiamekar, kegiatan tersebut juga menjadi sorotan karena digelar oleh relawan yang mendukung Kasan Abdullah sebagai calon kepala desa.


    Namun, kegiatan olahraga itu dikemas sebagai ruang kebersamaan masyarakat. Momentum tersebut menunjukkan bahwa kontestasi Pilkades tidak harus berlangsung dalam suasana penuh sekat dan perbedaan, melainkan dapat diwarnai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara luas.



    Calon Kepala Desa Setiamekar Kasan Abdullah mengapresiasi inisiatif relawan Gempur yang menggelar turnamen tersebut.


    Menurut Kasan, kegiatan yang melibatkan puluhan RW itu merupakan bentuk nyata bagaimana energi pemuda dapat diarahkan pada kegiatan positif, sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat.


    “Saya mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi teman-teman Gempur. Ini bukan sekadar pertandingan bulu tangkis, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan dan memperkuat silaturahmi masyarakat Setiamekar,” kata Kasan.


    Ia menegaskan, semangat perubahan yang dibawa dalam kegiatan tersebut harus tetap menjunjung tinggi persatuan masyarakat. Menurutnya, Pilkades merupakan proses demokrasi yang harus dijalankan secara dewasa dengan tetap menjaga kondusivitas lingkungan.


    “Perbedaan pilihan dalam Pilkades adalah hal yang wajar. Yang paling penting, jangan sampai perbedaan pilihan membuat masyarakat terpecah. Setiamekar adalah rumah kita bersama dan persaudaraan harus tetap dijaga,” ungkapnya.


    Kasan juga menilai pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan desa. Karena itu, keterlibatan generasi muda tidak boleh berhenti pada momentum Pilkades, tetapi harus terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial, olahraga, kepemudaan, hingga pembangunan desa.


    Turnamen Piala Gempur pun menjadi salah satu gambaran bahwa kontestasi politik di tingkat desa dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan sosial kemasyarakatan. Di tengah persaingan menuju Pilkades Setiamekar, ruang kebersamaan tetap terbuka dan masyarakat memiliki kesempatan untuk menentukan pilihan secara demokratis tanpa kehilangan persaudaraan.


    Dengan melibatkan 26 RW, turnamen tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya ruang partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang digagas kelompok relawan. Bagi penyelenggara, semangat olahraga, silaturahmi, dan kemerdekaan menjadi pijakan untuk membawa pesan bahwa perubahan di Setiamekar harus dibangun melalui kebersamaan, bukan perpecahan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini