Bekasi, koresponden.id – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak terus dilakukan. Salah satunya melalui sosialisasi program anti-bullying yang digelar di SD Bina Pelita Bangsa, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (4/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bhabinkamtibmas Desa Setiadarma Polsek Tambun Selatan, Aiptu Irawan Martin Junaedi, S.H., M.M. Kehadiran polisi dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya mencegah tindakan perundungan sejak dini.
Sosialisasi berlangsung di Bina Pelita Bangsa School yang berlokasi di Jalan KH. Abu Bakar, RT 03/01, Dusun III, Desa Setiadarma. Kegiatan diikuti kepala sekolah, wali kelas, staf, para guru, serta siswa dan siswi SD Bina Pelita Bangsa.
Kepala Sekolah SD Bina Pelita Bangsa, Nita, bersama Wali Kelas Dina dan Staf Sekolah Mis Eta turut mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Aiptu Irawan menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang membuat setiap anak merasa aman dan dihargai. Pencegahan bullying, menurutnya, bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh pihak, termasuk guru, orang tua, siswa, dan masyarakat.
Bullying tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa. Perilaku mengejek, mengucilkan, mengintimidasi, maupun melakukan kekerasan terhadap teman dapat memberikan dampak terhadap rasa percaya diri dan perkembangan psikologis anak.
Karena itu, edukasi sejak usia sekolah dinilai penting agar anak mampu memahami batasan dalam berinteraksi, menghormati perbedaan, serta berani menyampaikan kepada guru atau orang dewasa ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut juga menjadi bentuk pendekatan humanis kepolisian kepada kalangan pelajar. Polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi turut mengambil peran dalam membangun karakter dan menciptakan ruang pendidikan yang sehat bagi anak-anak.
Melalui kegiatan sosialisasi anti-bullying tersebut, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya saling menghormati, menjaga perasaan teman, dan membangun pertemanan yang positif di lingkungan sekolah.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Sinergi antara pihak sekolah dan kepolisian diharapkan dapat terus diperkuat sebagai langkah bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.



