• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Mako 112 Bunda Pipit Diresmikan, Jadi Ruang Komunikasi Warga Jelang Pilkades Lambangsari

    koresponden
    Minggu, September 06, 2026, 18.07 WIB Last Updated 2026-09-06T11:39:01Z


    Bekasi, koresponden.id – Rumah pemenangan bakal calon Kepala Desa Lambangsari, Pipit Haryanti, S.Ei., di Perumahan Lambangsari Permai, RW 006, resmi diresmikan, Minggu (6/9/2026) sore.


    Rumah pemenangan yang diberi nama Markas Komunikasi (Mako) 112 tersebut disiapkan tidak hanya sebagai pusat aktivitas tim pemenangan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan silaturahmi bagi masyarakat.


    Koordinator Wilayah (Korwil) Tim Pemenangan Bunda Pipit RW 006, Santoso, mengatakan pendirian Mako 112 merupakan bentuk dedikasi sekaligus penghargaan warga atas pengabdian Pipit selama menjabat sebagai Kepala Desa Lambangsari.


    Menurut Santoso, warga tidak memiliki banyak hal yang dapat diberikan sebagai bentuk penghargaan. Karena itu, Mako 112 menjadi salah satu wujud apresiasi terhadap totalitas Pipit dalam melayani masyarakat.


    “Ini bentuk dedikasi kita kepada Bunda Pipit. Kenapa? Karena kita tidak bisa memberikan apa-apa kepada beliau. Ini adalah bentuk penghargaan atas totalitas beliau kepada masyarakat,” kata Santoso.


    Ia juga menyinggung pengalaman Pipit saat pandemi Covid-19 yang dinilainya mencerminkan keberanian dan kepedulian terhadap masyarakat.


    Santoso menyebut Pipit bersedia ikut memandikan jenazah warga yang meninggal saat pandemi, ketika sebagian besar masyarakat memilih menjaga jarak karena tingginya risiko penularan.


    “Sampai beliau ikut memandikan jenazah pada saat Covid. Silahkan di cek, di dunia ini nggak ada kepala desa yang mau ambil resiko memandikan jenazah covid dan memilih menjaga jarak, tapi Bunda Pipit mau melakukannya,” ujarnya.


    Santoso menjelaskan, keberadaan Mako 112 juga dimaksudkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi terkait Pipit, mulai dari program desa, pembangunan lingkungan hingga gagasan yang akan dibawa dalam kontestasi Pilkades Lambangsari.


    “Di Mako ini masyarakat bisa menanyakan informasi apa pun tentang Bunda Pipit, mau program desa ataupun lingkungan dan lain-lain,” katanya.


    Ia mengajak masyarakat menggunakan hak pilih secara sadar dengan mempertimbangkan rekam jejak dan profil masing-masing calon. Santoso juga mengingatkan seluruh pihak agar menjaga Pilkades Lambangsari tetap kondusif dan tidak menggunakan kampanye hitam.


    “Intinya, marilah kita sama-sama gunakan hak pilih kita dengan kesadaran, dengan hati, terutama rekam jejak dan profil yang kita pilih untuk membawa Lambangsari menjadi desa yang maju. Jangan gunakan kampanye hitam yang menjelek-jelekkan,” tegasnya.


    Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Bunda Pipit, Muhamad Arief, meminta doa dan dukungan masyarakat dalam menghadapi tahapan Pilkades Lambangsari.


    Ia mengatakan pencalonan kembali Pipit merupakan bagian dari ikhtiar agar pengalaman, pemikiran dan keberanian yang dimilikinya dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.


    “Sebagai ketua tim pemenangan, mohon doa dan dukungannya. Hari ini semata-mata kami berikhtiar, semoga masih bisa bermanfaat pemikirannya, keberaniannya, untuk membangun kampung halamannya,” ujar Arief.


    Arief menegaskan, tim pemenangan Pipit berkomitmen menjalankan kontestasi secara sehat tanpa menyerang atau menjelek-jelekkan calon lain.


    “Kita sepakat bahwa tim Pipit Haryanti haram menjelek-jelekkan calon lain. Fitnah itu haram hukumnya,” tegasnya.


    Ia juga mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan kerukunan meski nantinya memiliki pilihan berbeda dalam Pilkades.


    “Alhamdulillah, sekarang bapak-ibu masih menjadi bagian dari kami. Mari sama-sama kita bersatu, jadikan ini contoh kerukunan antarwarga,” katanya.


    Di tempat yang sama, Pipit Haryanti mengaku memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat Perumahan Lambangsari Permai. Ia menyebut kawasan tersebut sudah seperti rumah kedua baginya.


    “Lambangsari Permai ini ibarat rumah kedua saya. Setiap masuk ke sini saya selalu merasa nyaman,” ungkap Pipit.


    Pipit menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas doa serta dukungan masyarakat yang selama ini mengantarkannya hingga dapat menjalankan amanah sebagai Kepala Desa Lambangsari.


    Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan ke depan.


    “Alhamdulillah karena semua doa dan dukungan, saya bisa menjabat kepala desa hingga sekarang. Ada beberapa hal yang masih perlu saya perbaiki ke depannya. Mudah-mudahan Allah meridai kita kembali menang,” pungkasnya.


    Peresmian Mako 112 menjadi penanda dibukanya ruang komunikasi antara tim pemenangan Bunda Pipit dan masyarakat RW 006. Tim pemenangan berharap keberadaan markas tersebut dapat menjadi wadah informasi sekaligus mempererat silaturahmi warga di tengah tahapan Pilkades Lambangsari.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini