• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Jelajah Literasi Situ Cibeureum, Generasi Muda Diajak Kenali dan Jaga Lingkungan

    koresponden
    Selasa, September 08, 2026, 12.18 WIB Last Updated 2026-09-08T05:18:07Z


    Bekasi, koresponden.id — Situ Cibeureum di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, terus didorong menjadi kawasan yang tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga mampu menjadi ruang wisata dan edukasi bagi masyarakat serta generasi muda.


    Potensi tersebut kembali diperkenalkan melalui kegiatan Jelajah Literasi Situ Cibeureum yang diikuti 90 siswa-siswi SD Level 5 Yayasan Al Muslim, Selasa (8/9/2026) pagi.


    Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengenal sejarah Situ Cibeureum sekaligus mempelajari berbagai jenis flora dan fauna, memahami ekosistem, serta terlibat langsung dalam kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon di kawasan situ.


    Kepala Desa Lambangsari, Pipit Haryanti, S.Ei., mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk mengenalkan potensi Situ Cibeureum kepada generasi muda. Menurutnya, pembelajaran langsung di lingkungan terbuka dapat memberikan pengalaman berbeda bagi para siswa.


    “Anak-anak hari ini diberikan edukasi tentang Situ Cibeureum, mulai dari sejarahnya hingga kekayaan flora dan faunanya. Ini sangat positif karena mereka bisa belajar langsung dari lingkungan yang ada di sekitar mereka,” ujar Pipit.


    Ia menyebutkan, Situ Cibeureum memiliki luas sekitar 58 hektare. Dengan potensi tersebut, Pemerintah Desa Lambangsari berharap kawasan itu dapat terus dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat edukasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


    Namun, Pipit menegaskan pengembangan kawasan tersebut harus tetap berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.


    “Ke depan, kami berharap Situ Cibeureum bisa terus dikembangkan sebagai destinasi wisata dan edukasi bagi masyarakat. Tentunya pengembangannya harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.


    Tanam Pohon dan Kenalkan Potensi Lokal


    Ketua Pokdarwis Jayasari, Shadiq Helmy, menilai kegiatan Jelajah Literasi Situ Cibeureum bukan sekadar kunjungan siswa. Kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kebanggaan terhadap potensi daerah sendiri.


    “Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan Situ Cibeureum, tetapi juga mengajarkan banyak hal positif tentang bagaimana melestarikan alam. Anak-anak diajak memahami ekosistem dan melakukan penanaman pohon. Ini merupakan cara yang baik untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini,” ungkap Shadiq.


    Dalam kegiatan itu, para siswa turut menanam sejumlah jenis pohon, di antaranya jati, mahoni, dan merbau di sisi barat Situ Cibeureum.


    Shadiq berharap Situ Cibeureum ke depan tidak hanya dikenal sebagai kawasan perairan, tetapi juga dapat menjadi salah satu sumber pembelajaran bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi.


    Ia bahkan mendorong agar potensi Situ Cibeureum dapat dikembangkan menjadi bagian dari materi pembelajaran muatan lokal, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan dan potensi daerah.


    “Anak-anak sekolah harus mengenal dan bangga dengan aset yang dimiliki daerahnya. Kalau memungkinkan, Situ Cibeureum bisa menjadi bagian dari materi ajar muatan lokal di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bekasi,” ujarnya.


    Selain aspek edukasi dan lingkungan, Shadiq mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Lambangsari yang terus memperjuangkan kepastian hak dan legalitas aset Situ Cibeureum melalui koordinasi dengan kementerian terkait.


    Menurutnya, kepastian status aset menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pengembangan Situ Cibeureum secara berkelanjutan.


    Terbuka untuk Sekolah Lain.


    Kepala Bidang Promosi dan Kehumasan Pokdarwis Jayasari, Yandi Hermawan, mengatakan kegiatan penanaman pohon menjadi bentuk nyata keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan Situ Cibeureum.


    “Terima kasih kepada Yayasan Al Muslim yang sudah membawa para siswa untuk belajar langsung di Situ Cibeureum. Kegiatan seperti ini sangat positif karena anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terlibat langsung dalam menjaga lingkungan,” kata Yandi.


    Ia menambahkan, Pokdarwis Jayasari terbuka bagi sekolah-sekolah lain yang ingin menjadikan Situ Cibeureum sebagai lokasi pembelajaran, literasi maupun kegiatan edukasi berbasis lingkungan.


    “Kami membuka kesempatan bagi sekolah-sekolah lain untuk datang dan melakukan kegiatan edukasi di sini. Harapannya, semakin banyak anak-anak yang mengenal Situ Cibeureum, semakin tumbuh pula rasa memiliki dan kepedulian untuk menjaganya,” tuturnya.


    Sementara itu, Koordinator Jelajah Literasi Situ Cibeureum, Endah Setiaharti, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai program edukasi sekaligus sarana memperkenalkan potensi lokal kepada siswa, orang tua murid dan masyarakat.


    Menurutnya, kegiatan pembelajaran tidak selalu harus dilakukan dengan mendatangi lokasi yang jauh. Situ Cibeureum yang berada di lingkungan sekitar justru memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran.


    “Kenapa kita harus pergi jauh-jauh kalau kita punya aset bagus yang bisa kita berdayakan sebagai sumber belajar. Lokasinya juga lebih dekat,” ujarnya.


    Endah menambahkan, pengalaman yang diperoleh para siswa selama mengikuti kegiatan tersebut nantinya akan dikembangkan menjadi karya tulis mengenai Situ Cibeureum dan direncanakan untuk dibukukan.


    Melalui kegiatan tersebut, Situ Cibeureum diharapkan semakin dikenal sebagai aset lingkungan yang memiliki nilai edukasi dan wisata, sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan menjaga potensi daerahnya sendiri.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini