Bekasi, koresponden.id — Memasuki tahapan kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Bekasi 2026, Calon Kepala Desa Sumberjaya Nomor Urut 04, Fajar Shodik, S.Kep., menggelar kampanye akbar di Lapangan Fasos Fasum RW 032, Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Senin (14/092026).
Kampanye akbar tersebut menjadi momentum bagi Fajar Shodik untuk menyampaikan visi, misi, serta sejumlah program kerja yang ditawarkan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat konsolidasi dukungan menjelang pemungutan suara Pilkades Sumberjaya yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026.
Mengusung semangat perubahan, transparansi, dan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, Fajar menekankan pentingnya membangun tata kelola pemerintahan desa yang terbuka, mudah diakses, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Salah satu program yang menjadi perhatian Fajar adalah digitalisasi pelayanan dan keterbukaan informasi pemerintahan desa. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan akses yang lebih mudah untuk mengetahui berbagai informasi terkait penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari program kerja desa, rencana pembangunan, hingga penggunaan anggaran dana desa.
“Pada kampanye ini, saya menyampaikan program digitalisasi yang nantinya masyarakat akan mudah mengakses terkait program kerja desa, rencana kerja desa, serta penggunaan anggaran dana desa,” ujar Fajar dalam keterangannya.
Menurut Fajar, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan transparansi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Dengan sistem informasi yang dapat diakses masyarakat, kata dia, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki ruang untuk mengetahui sekaligus mengawasi jalannya program pembangunan desa.
“Transparansi itu penting. Masyarakat harus tahu program apa yang akan dijalankan, bagaimana rencana kerjanya, dan bagaimana anggaran desa digunakan. Pemerintahan desa harus terbuka dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain aspek transparansi, Fajar juga menekankan pentingnya pembangunan yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Ia berharap setiap program desa nantinya tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh peningkatan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Menjelang memasuki masa tenang, Fajar mengatakan dirinya bersama tim pemenangan akan terus memaksimalkan konsolidasi hingga tingkat akar rumput. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan gagasan dan program secara langsung kepada masyarakat sekaligus menjaga komunikasi dengan para pendukung.
“Kami akan terus turun ke masyarakat dan memaksimalkan jaringan akar rumput. Yang paling penting, seluruh proses ini kita jalankan dengan tertib dan damai,” katanya.
Sementara itu, H. Marsan, orang tua Fajar Shodik, dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan kepada putranya agar apabila terpilih nanti tidak menjadikan jabatan kepala desa sebagai sarana untuk mencari keuntungan pribadi. Ia menekankan bahwa seorang kepala desa harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat dan menjalankan amanah jabatan dengan penuh tanggung jawab.
“Pesan saya kepada anak saya, di desa jadilah pelayan masyarakat. Kalau mau kaya dan sukses, jadilah pengusaha. Jangan mencari makan di desa,” ujar Marsan.
Menurutnya, pesan tersebut penting agar Fajar memahami bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ia berharap apabila Fajar mendapat kepercayaan masyarakat untuk memimpin Sumberjaya, seluruh program yang disampaikan dalam kampanye dapat direalisasikan secara terbuka dan berpihak pada kepentingan warga.
Kampanye akbar tersebut berlangsung dengan suasana penuh antusiasme. Fajar pun kembali mengajak seluruh masyarakat Sumberjaya untuk menggunakan hak pilih secara bijak serta menjaga persatuan dan kondusivitas hingga seluruh tahapan Pilkades selesai.
Perbedaan pilihan, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa tanpa mengganggu persaudaraan dan keharmonisan masyarakat Desa Sumberjaya.




