![]() |
| Ket Foto: Kompol Wuryanti, S.H., M.H. |
Bekasi, koresponden.id — Estafet kepemimpinan Polsek Tambun Selatan resmi berganti. Kompol Saut Parulian Tobing, S.Sos., M.M., dipercaya menggantikan Kompol Wuryanti, S.H., M.H., yang mendapat amanah baru sebagai Wakasat PPA Polres Metro Bekasi Kota.
Pisah sambut digelar di Restoran Saung Wulan, Jalan KH. Abu Bakar Nomor 60, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Sabtu (5/9/2026) malam.
Bagi Wuryanti, pergantian jabatan tersebut menandai berakhirnya 19 bulan masa pengabdian di wilayah hukum Polsek Tambun Selatan yang meliputi Kecamatan Tambun Selatan dan Tambun Utara.
Selama memimpin, Wuryanti menghadapi karakter wilayah yang padat dan heterogen dengan beragam persoalan keamanan, mulai dari tawuran remaja, pencurian kendaraan bermotor, balap liar, hingga peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang.
Sejak awal menjabat pada Januari 2025, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan media.
“Sebagai manusia biasa punya banyak keterbatasan. Sehingga perlu adanya sinergitas dari seluruh elemen, baik dari Forkopimcam maupun stakeholder lain,” kata Wuryanti saat awal menjabat.
Prinsip tersebut kemudian diterapkan melalui penguatan patroli, sambang warga, Ngopi Kamtibmas, Jaga Bekasi On The Spot, Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ), hingga kegiatan sosial dan pembinaan masyarakat.
Wuryanti juga mendorong personel agar tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi aktif memetakan potensi kerawanan dan membangun komunikasi dengan masyarakat.
Dorong Keamanan Berbasis Masyarakat
Keterbatasan personel di wilayah hukum yang mencakup dua kecamatan membuat pendekatan berbasis masyarakat menjadi salah satu strategi yang dikedepankan.
Melalui sambang dan dialog kamtibmas, kepolisian membangun komunikasi langsung dengan warga dan pengurus lingkungan. Pos keamanan serta berbagai kegiatan masyarakat juga dimanfaatkan untuk mendeteksi persoalan sejak dini.
Pendekatan tersebut berjalan beriringan dengan penindakan terhadap gangguan keamanan. Patroli malam dan OKJ menjadi bagian dari upaya mencegah aksi kriminalitas maupun gangguan kamtibmas pada jam rawan.
Wuryanti juga aktif dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan Police Goes to School dan berbagai kegiatan bersama pelajar. Pesan yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan hukum dan keamanan, tetapi juga pentingnya peran generasi muda dalam menjaga lingkungan sosial.
Selain keamanan, terdapat satu bidang yang menjadi ciri lain dari kiprah Wuryanti selama bertugas, yakni pengelolaan lingkungan.
2,1 Ton Sampah Anorganik Dikumpulkan
Kepedulian Wuryanti terhadap persoalan sampah sebenarnya telah dibangun jauh sebelum menjabat sebagai Kapolsek Tambun Selatan.
Sejak sekitar 2015, ia aktif mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah dan mendorong pengembangan bank sampah. Pada 2016, kiprahnya mendapat penghargaan dari Bupati Bekasi sebagai penggerak tiga bank sampah di Kecamatan Cibitung.
Saat memimpin Polsek Tambun Selatan, kepedulian tersebut dibawa ke lingkungan institusi kepolisian.
Pemilahan sampah diterapkan di lingkungan kantor. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan dan disetorkan melalui bank sampah.
Dalam kurun sekitar 1,5 tahun, Polsek Tambun Selatan mencatat pengumpulan sampah anorganik mencapai 2,1 ton.
Jejaring bank sampah di wilayah kerja Polsek Tambun Selatan yang disebut mencapai lebih dari 130 unit juga menjadi bagian dari kolaborasi dengan masyarakat.
Bagi Wuryanti, pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan lingkungan. Aktivitas tersebut juga dapat memperkuat interaksi sosial warga.
Masyarakat yang aktif berkomunikasi dan mengenal lingkungan sekitarnya dinilai lebih mudah mendeteksi keberadaan maupun aktivitas yang mencurigakan.
Konsistensi tersebut mendapat apresiasi di tingkat provinsi. Pada akhir 2025, Wuryanti menerima Karya Dharma Mahawana Award dari Gubernur Jawa Barat sebagai polisi penggiat lingkungan atas kontribusinya dalam mengedukasi masyarakat dan mendorong gerakan bank sampah.
Penghargaan kembali diterimanya pada 15 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan penghargaan sebagai Penggiat Lingkungan Hidup atau Local Hero atas kontribusinya mendorong program satu RW satu bank sampah.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Plt. Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja seusai upacara Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76.
Dari Pembinaan Personel ke Lapangan
Anggota Polwan yang lahir di Boyolali pada 1978 dan merupakan lulusan Sekolah Bintara Polri tahun 1997/1998 itu mengawali kariernya di Polres Metro Jakarta Selatan sebelum melanjutkan penugasan di lingkungan Polres Metro Bekasi.
Pada 2010, Wuryanti mengikuti pendidikan Sekolah Perwira (Secapa) Polri di Sukabumi. Delapan tahun kemudian, ia mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Polri (Sespim Polri.
Setelah itu, ia mendapat penugasan di bidang hukum Polda Metro Jaya dan kemudian bertugas di lingkungan Polres Metro Bekasi, termasuk di Bagian Sumber Daya Manusia (SDM).
Pengalaman di bidang pembinaan personel tersebut menjadi bekal ketika ia dipercaya memimpin Polsek Tambun Selatan.
Selama 19 bulan, Wuryanti tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan dan penegakan hukum, tetapi juga turun langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat serta penanganan sejumlah persoalan yang membutuhkan respons kepolisian.
Menurut Wuryanti, memimpin wilayah hukum Polsek Tambun Selatan yang mencakup dua kecamatan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menjalankan rutinitas kepolisian.
Sebagai penggiat kesehatan mental, ia pun kerap memberi perhatian terhadap kesehatan mental anggota, Wuryanti juga berupaya membangun suasana kerja yang positif. Ia kerap memotivasi personel dan memberikan semangat melalui sebutan “Power Rangers” kepada anggotanya.
Bagi Wuryanti, sebutan tersebut bukan sekadar julukan. Power Rangers menjadi simbol bahwa setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing, tetapi harus mampu bekerja sebagai satu tim. Tidak ada superhero yang bekerja dengan langkah biasa-biasa saja.
Kini, tanggung jawab tersebut beralih kepada Kompol Saut Parulian Tobing.
Dalam kesempatan perpisahan, Wuryanti menyampaikan kebanggaannya karena estafet kepemimpinan Polsek Tambun Selatan diteruskan kepada seniornya. Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa pelayanan dan keamanan di wilayah Tambun Selatan semakin baik.
Selama memimpin Tambun Selatan dirinya telah meninggalkan sejumlah catatan, bukan hanya dalam pelaksanaan tugas kamtibmas, tetapi juga dalam membangun kolaborasi dengan masyarakat.
Dari patroli dan pencegahan kriminalitas hingga gerakan bank sampah, pendekatan yang dibangun memperlihatkan bahwa tugas kepolisian tidak berhenti pada penindakan.
Keamanan juga membutuhkan masyarakat yang aktif, lingkungan yang terawat, serta komunikasi yang terbangun antara polisi dan warga.
Setelah estafet kepemimpinan berpindah, catatan pengabdian itu menjadi bagian dari perjalanan Wuryanti menuju tugas barunya sebagai Wakasat PPA Polres Metro Bekasi Kota.




