• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Kapolsek Cikarang Pusat Monitoring Perkembangan Tanaman Jagung Program Ketahanan Pangan PMJ

    koresponden
    Kamis, Januari 01, 2026, 12.34 WIB Last Updated 2026-01-01T05:34:02Z


    Bekasi, koresponden.id – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, S.H., M.H., melaksanakan kegiatan monitoring perkembangan tanaman jagung di lahan Ketahanan Pangan Polda Metro Jaya yang berlokasi di kawasan Deltamas, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Kamis (1/1/2026).


    Kegiatan monitoring tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan turut dihadiri Kanit Binmas Polsek Cikarang Pusat Ipda Wowo S., Bhabinkamtibmas Aipda Sutarto, serta Rudi selaku petugas teknis lapangan.


    Dalam pengecekan tersebut, Kapolsek Cikarang Pusat meninjau langsung perkembangan tanaman jagung yang ditanam di lahan seluas kurang lebih 25 hektare. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman jagung di Blok A telah berumur 113 hari, sudah dilakukan pemangkasan bunga dan memasuki tahap persiapan panen raya. Sementara itu, Blok B, C, dan D juga telah dilakukan pemangkasan bunga dan tengah dipersiapkan menuju masa panen.


    Untuk Blok E, tanaman jagung berusia sekitar 100 hari dengan kondisi tanaman telah berbunga secara menyeluruh dan mulai memasuki fase pembentukan tongkol. Sedangkan tanaman jagung di Blok F, G, dan H yang telah berumur sekitar 85 hari saat ini sedang dilakukan pruning daun guna meningkatkan sirkulasi udara, pencahayaan, serta meminimalisasi risiko penyakit tanaman sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.


    Dalam pelaksanaan program ketahanan pangan ini, pihak kepolisian turut memberdayakan Kelompok Karya Tani Tembong Gunung sebanyak 30 orang yang terdiri dari petani lokal setempat, baik bapak-bapak maupun ibu-ibu. Para petani tersebut sebelumnya telah berpengalaman dalam bercocok tanam padi, cabai, serta berbagai komoditas hortikultura lainnya.


    Program penanaman jagung ini menggunakan benih jagung hibrida merek Pendekar Sakti (Syngenta) yang diperoleh dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Adapun metode pengairan dilakukan dengan memanfaatkan air tadah hujan serta penyiraman menggunakan mesin alkon yang bersumber dari empat kolam embung air buatan.


    Teknik pemupukan dilakukan secara berkala, diawali dengan penggunaan pupuk kandang saat olah tanah, kemudian dilanjutkan pasca tanam dengan pemberian pestisida, ZTP, pupuk NPK 15-15, urea, serta PAC Nitrogen yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi. Selain itu, perawatan tanaman dilakukan setiap hari oleh para petani, meliputi pendangiran, perbaikan saluran air, penyemprotan pupuk, serta penyiraman saat tidak turun hujan.


    Berdasarkan estimasi awal masa tanam yang dimulai pada 18 September 2025 dengan usia tanam sekitar 120 hari, panen raya jagung diperkirakan akan dilaksanakan mulai 5 Januari 2026 hingga akhir Februari 2026.


    Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal di wilayah Kabupaten Bekasi.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini