Bekasi, koresponden.id – Tim pemenangan bakal calon Kepala Desa Sumberjaya periode 2026–2034, H. Dulloh Syafe’i, menggelar Deklarasi Akbar dan Doa Bersama di Lapangan RW 032, Perumahan Griya Asri 2, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (9/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi relawan dan pendukung sekaligus menyatukan langkah menghadapi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sumberjaya yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026.
Deklarasi dihadiri tim pemenangan, para pendukung, tokoh masyarakat, serta sejumlah unsur masyarakat Desa Sumberjaya. Selain deklarasi, kegiatan juga diisi doa bersama dan tausiah.
Ketua Tim Pemenangan H. Dulloh Syafe’i, Nanang Kosim, mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap pelaksanaan Pilkades. Ia meminta masyarakat menggunakan hak pilih sesuai hati nurani dan turut menentukan arah pembangunan Desa Sumberjaya.
“Gunakan hak pilih, jangan berdiam diri. Kalau hari ini kita berdiam diri, bagaimana Sumberjaya bisa maju,” ujar Nanang.
Dalam kesempatan itu, Nanang menyampaikan bahwa berdasarkan hasil konsolidasi internal tim, dukungan terhadap H. Dulloh Syafe’i disebut telah menjangkau sejumlah wilayah di Desa Sumberjaya.
“Alhamdulillah, saat ini 42 RW dari 58 RW sudah masuk ke dalam barisan kita,” katanya.
Menurutnya, pencalonan H. Dulloh Syafe’i tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam kontestasi Pilkades, tetapi juga membawa gagasan perubahan dalam tata kelola pemerintahan desa.
Ia menekankan pentingnya pemerintahan desa yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat, mengedepankan transparansi, serta memberikan pelayanan secara adil tanpa membeda-bedakan kelompok.
“Hari ini kita ciptakan perubahan, kita rangkul semua elemen. Jangan ada pengkotak-kotakan. Ada transparansi dan keadilan dalam menjalankan program,” tegasnya.
Nanang juga meminta seluruh jaringan pendukung memanfaatkan waktu yang tersisa untuk menyampaikan visi, misi, dan program H. Dulloh Syafe’i kepada masyarakat.
“Dengan waktu yang singkat ini, tolong sosialisasikan program, visi dan misi Bang Doel. Tinggal beberapa waktu lagi menuju 20 September. Dari waktu yang tersisa pun kami akan usahakan menyambangi satu per satu titik-titik atau simpul pendukung,” ujarnya.
Meski persaingan Pilkades diprediksi berlangsung dinamis, Nanang mengingatkan seluruh pendukung untuk tetap menjaga keamanan dan kondusivitas. Ia meminta agar proses demokrasi di tingkat desa tidak menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.
“Pesan saya, jaga kondusivitas, jangan mau dipecah belah. Ciptakan demokrasi yang santun dan bijak,” katanya.
Dulloh: Saya Milik Semua Warga Sumberjaya
Sementara itu, bakal calon Kepala Desa Sumberjaya H. Dulloh Syafe’i menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh masyarakat apabila nantinya mendapat amanah memimpin Desa Sumberjaya.
Dulloh menyatakan tidak akan membeda-bedakan masyarakat berdasarkan kelompok maupun latar belakang. Menurutnya, kepala desa harus mampu menjadi pemimpin bagi seluruh warga.
“Kalau saya menjabat, saya akan merangkul semua pihak. Saya tidak akan mengkotak-kotakkan golongan, karena setelah menjabat, H. Dulloh Syafe’i adalah milik semua warga Sumberjaya,” ujarnya.
Dulloh juga menegaskan bahwa keputusannya maju dalam Pilkades bukan semata-mata karena mengejar jabatan. Ia menyebut pencalonannya sebagai bentuk panggilan untuk ikut berkontribusi membangun daerah kelahirannya.
“Sumberjaya ini butuh perubahan. Saya mencalonkan diri bukan karena gila jabatan. Bukan. Tapi karena panggilan sebagai putra daerah, orang asli Sumberjaya yang ingin membangun daerahnya, membangun tempat kelahirannya,” tutur Dulloh.
Di hadapan para pendukung, Dulloh kemudian meminta doa dan dukungan masyarakat selama proses pencalonan berlangsung.
“Mohon doa dan dukungan saudara-saudara sekalian. Dan tidak hanya itu, jangan lupa, tanggal 20 September 2026, pilih dan coblos H. Dulloh Syafe’i,” katanya.
Ketua Panitia Deklarasi, Aldy Rustam, mengatakan perjalanan tim pemenangan masih panjang. Menurutnya, konsolidasi di tingkat lingkungan menjadi bagian penting dalam menyampaikan gagasan dan program kepada masyarakat.
“Tugas kita masih panjang. Masih ada waktu menuju pemilihan. Maka tugas ketua RT/RW sangat penting untuk kita memenangkan H. Dulloh Syafe’i,” kata Aldy.
Ia juga menyebut konsolidasi pendukung telah menjangkau sejumlah wilayah di Desa Sumberjaya.
“Alhamdulillah, baik di Dusun 1, Dusun 2 maupun Dusun 3 sudah merapat menjadi barisan pendukung H. Dulloh Syafe’i,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua Mapan, Maruli. Namun, ia menitipkan sejumlah harapan kepada H. Dulloh Syafe’i apabila nantinya terpilih sebagai kepala desa, khususnya terkait persoalan sosial dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Dukungan kami sudah tidak perlu dipertanyakan lagi untuk H. Dulloh Syafe’i. Tetapi sebagai kepala desa terpilih nantinya, kami meminta komitmennya untuk tetap menyosialisasikan bahaya narkoba di Desa Sumberjaya yang kita cintai,” ungkap Maruli.
Kegiatan Deklarasi Akbar dan Doa Bersama kemudian dilanjutkan dengan tausiah serta doa yang disampaikan H. Nanang Zulkarnaen.
Dalam doanya, ia berharap H. Dulloh Syafe’i senantiasa diberikan kekuatan, keistiqamahan, dan keteguhan hati apabila nantinya memperoleh amanah memimpin Desa Sumberjaya.
Ia juga mendoakan agar Dulloh mampu menjaga kejujuran serta menjalankan amanah kepemimpinan dengan penuh tanggung jawab.
Deklarasi tersebut menjadi salah satu agenda konsolidasi tim pendukung H. Dulloh Syafe’i menjelang pelaksanaan Pilkades Sumberjaya yang dijadwalkan berlangsung pada 20 September 2026.



