• Jelajahi

    Copyright © Koresponden
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan 3

    Iklan 2

    Iklan

    Kasan Abdullah Bicara Demokrasi di Setiamekar: Tak Boleh Ada Diskriminasi dan Intimidasi

    koresponden
    Sabtu, Agustus 22, 2026, 07.40 WIB Last Updated 2026-08-22T00:40:50Z


    Bekasi, koresponden.id – Calon Kepala Desa Setiamekar, Kasan Abdullah, menegaskan pentingnya membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi masyarakat dalam menentukan arah pemerintahan desa. Hal itu disampaikannya saat menggelar silaturahmi dan temu warga yang dikemas dalam dialog interaktif bersama warga RW 06 Perumahan Papan Mas, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (21/8/2026) malam.


    Kegiatan yang berlangsung di lapangan RW 06 Perumahan Papan Mas tersebut digelar dalam suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Hadir dalam kegiatan itu Tokoh Masyarakat H. Suwarto, tim pemenangan Kasan Abdullah, serta warga RW 06.


    Dalam dialog tersebut, Kasan menyoroti pentingnya memaknai semangat kemerdekaan tidak hanya sebagai seremoni tahunan, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan demokrasi di tingkat desa.


    Menurutnya, semangat kemerdekaan harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk bebas menyampaikan aspirasi, menentukan pilihan, serta berpartisipasi dalam proses pemerintahan tanpa diskriminasi maupun intimidasi.


    “Semangat untuk lepas dari penjajahan, semangat dalam berdemokrasi. Tidak melakukan diskriminasi dan juga intimidasi. Saya warga asli Setiamekar, mau ketemu warga jangan sampai terjadi penghadangan,” ujar Kasan.


    Kasan menilai demokrasi di Desa Setiamekar tidak boleh berjalan secara terbatas atau tersekat-sekat. Masyarakat, kata dia, harus diberikan ruang yang cukup untuk menentukan pemimpin di lingkungannya, termasuk dalam pemilihan Ketua RT dan RW.


    Ia mendorong agar mekanisme pemilihan Ketua RT dan RW ke depan lebih mengedepankan partisipasi masyarakat dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, bukan semata-mata melalui penunjukan.


    “Demokrasi harus hidup di Setiamekar. Jangan sampai demokrasi itu disekat-sekat. Masyarakat harus diberikan ruang untuk menentukan siapa yang mereka percaya memimpin di lingkungannya,” tegasnya.



    Menurut Kasan, RT dan RW merupakan unsur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kepercayaan dan legitimasi warga dinilai penting agar Ketua RT maupun RW dapat menjalankan tugas secara efektif dan bertanggung jawab.


    Kasan juga menegaskan, apabila dirinya dipercaya menjadi Kepala Desa Setiamekar, tidak akan serta-merta melakukan pergantian terhadap Ketua RT dan RW yang telah ada. Kinerja dan penerimaan masyarakat akan menjadi pertimbangan.


    “Kalau RT dan RW yang sudah ditunjuk sebelumnya mampu bekerja, melayani masyarakat dengan baik dan diterima warga, tentu akan kita lanjutkan. Tidak ada alasan untuk mengganti hanya karena berbeda pilihan,” jelasnya.


    Namun, apabila Ketua RT atau RW yang bersangkutan tidak lagi mendapatkan dukungan dari masyarakat, Kasan mengatakan persoalan tersebut harus dikembalikan kepada mekanisme yang berlaku dan melibatkan masyarakat.


    “Kalau masyarakat tidak setuju, tentu harus dikembalikan lagi kepada masyarakat. Kita ikuti aturan yang berlaku. Jangan kepala desa merasa paling berhak menentukan semuanya,” katanya.


    Pernyataan tersebut, lanjut Kasan, merupakan bagian dari komitmennya untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih terbuka, partisipatif dan tidak diskriminatif.


    Ia menilai perbedaan pilihan politik dalam momentum Pemilihan Kepala Desa merupakan bagian dari proses demokrasi. Karena itu, perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi komunikasi maupun pelayanan kepada masyarakat.


    Kasan juga mengajak warga Setiamekar untuk tidak takut menyampaikan aspirasi maupun kritik. Menurutnya, kepala desa harus menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi kelompok yang memberikan dukungan.


    “Siapa pun nanti yang terpilih harus menjadi kepala desa untuk seluruh masyarakat Setiamekar. Tidak boleh ada warga yang dibedakan karena pilihan politiknya,” tegas Kasan.


    Menurut Kasan, pertemuan dengan warga bukan sekadar agenda politik menjelang Pilkades, tetapi menjadi ruang untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat.


    Ia pun menegaskan komitmennya untuk membangun komunikasi dua arah dengan warga apabila mendapatkan amanah memimpin Desa Setiamekar.


    Baginya, kemerdekaan dan demokrasi harus hadir dalam bentuk nyata, mulai dari kebebasan menyampaikan pendapat, keterlibatan masyarakat dalam menentukan pemimpin di lingkungan, hingga kesetaraan dalam memperoleh pelayanan pemerintahan.


    Sementara itu, Tokoh Masyarakat RW 06, Suwarto, mengatakan dukungannya kepada Kasan Abdullah didasari keinginan untuk melihat perubahan nyata di Desa Setiamekar.


    Menurut Suwarto, masyarakat membutuhkan sosok pemimpin yang mau turun langsung menemui warga, mendengarkan aspirasi, serta membuka ruang komunikasi tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik masyarakat.


    “Dukungan saya kepada Kasan bukan karena kepentingan pribadi, tetapi karena ingin melihat perubahan yang nyata. Masyarakat ingin pemimpin yang mau turun langsung, mendengar keluhan warga dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah pembangunan,” ujar Suwarto.


    Ia berharap momentum Pilkades Setiamekar dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihan secara bebas, aman dan demokratis.


    “Demokrasi itu bukan hanya saat memilih kepala desa. Demokrasi harus dirasakan masyarakat setiap hari, termasuk ketika menentukan siapa yang dipercaya menjadi RT dan RW,” pungkasnya.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini